Home
»
Unek-Unek
Unek Unek 90
Monday, September 26, 2011 03:45:00
2. Kalo bisa di edisi kedepannya GP membahas tentang para kolektor gitar, nggak mesti para musisi pro, bisa para gitaris pemula atau sekadar hobi, siapa tahu ternyata di Indonesia ada kolektor yang punya gitar yang bernilai sejarah dalam dunia musik rock, kan menarik tuh diceritakan gimana serunya berburu gitar-gitar rare dan bernilai sejarah.
3. Sebaiknya juga untuk album-album yang dibahas di rubrik ‘Resensi’, kita para pembaca bisa membelinya via GP, atau paling nggak menuliskan link store-nya, karena susah sekali mendapatkan album-album yang dibahas, terlebih kita-kita yang di daerah.
4. Kapan ya di GP ada rubrik khusus ‘luthier’? Membahas secara mendalam tentang para builder guitar pro Indonesia. Kan seru tuh kalo ternyata luthier Indonesia bisa bersaing dengan luar negeri.
Oke deh, segitu dulu unek-uneknya. Sukses selalu GP!!!!
(Duvita Shanty - Jl. Antasari, Samarinda)
Jawab:
Hai Duvita, baca di rubrik Kilas Gitar edisi ini, ada berita kecil tentang Orianthi yang akan ke Jakarta.
Wah, usulan Anda sangat menarik, terutama tentang luthier dan kolektor gitar. Mudah-mudahan kami bisa merealisasikannya secepatnya. Mungkin mereka akan dibahas secara bergiliran.
Untuk usulan gitar abal-abal, bagi kami sebenarnya tidak terlalu bermasalah, karena pada dasarnya gitar itu masalah selera. Seperti yang sering dibahas dirubrik klinik, yang jauh lebih penting adalah meningkatkan kualitas permainan kita, bukan gitarnya. Gitar adalah perpanjangan tangan kita, jadi sepanjang Anda merasa nyaman memainkannya dan suka dengan hasil soundnya, berarti itulah gitar yang bagus. Bukan tergantung merk-nya.
Soal album di rubrik Resensi, bisa dibilang 90% yang termuat di situ dirilis secara resmi di Indonesia. Kalaupun ternyata Anda susah mendapatkannya, berarti jalur pendistribusian dari label penerbitnya yang bermasalah.
« Kembali ke arsip
Unek-Unek
|