Home
»
profil
Netral
Monday, March 19, 2012 15:41:08

Dengan dalih kesamaan visi dan kecocokan chemistry, Bagus dan Bimo – dua musisi yang berada di balik terbentuknya band rock Netral - kembali bersatu. Bukan reuni Netral, melainkan mengibarkan bendera baru bernama Brutal. Lalu, mantan personel Netral lainnya, Miten (gitar), juga mereka rekrut untuk mengisi part gitar di beberapa lagu yang termuat di album debut Brutal yang bertajuk “Smau Gue” (RMV Records).
Tak bisa dipungkiri, musiknya memang terdengar seperti album Netral awal. Lalu apakah ini memang semacam reuni Netral? Atau hanya sebuah proyek iseng? “Ini bukan Netral-netralan yah… Tapi lebih ke orijinalitas. Dari dulu kami sudah bertiga main musik, yah musiknya juga begini, nggak kemakan jaman,” beber Bimo kepada GitarPlus, mengklarifikasi.
Bimo menambahkan, alasan lain di balik terbentuknya Brutal adalah bisnis. “Mata pencarian kami kan main musik. Biar kondisi pasar lagi terpuruk kami nggak patah semangat dan terus berkarya demi menambah kekayaan musik Indonesia, biar nggak melulu boyband-lah. Hari gini kan pelaku industri pada latah. Mereka kebanyakan dipengaruhi tren. Buat gue musik itu semau kami aja, yang penting pesan kami melekat di kuping penggemar.”
Meski mementingkan sisi bisnis, Bimo menolak anggapan yang menyebutkan Brutal adalah sebuah band pop komersil. “Kami itu band keras, punk rock. Sesuai istilahnya sendiri punk itu musik yang mudah dibawain… musik simpel. Kalo konsepnya sih warna baru. Di Indonesia itu kan musik rocknya kurang lebih sama aja yah. Nah, di Brutal kami main sesuai dengan tema lagunya. Yang bahkan tetap kedengeran modern dan abadi kayak ‘Anarchy In the UK’-nya Sex Pistols gitu. ‘Semau Gue’ misalnya, setiap orang pasti ada sifat semau guenya. Jadi gue ekpresiin di lagu,” tutur pria yang pernah membentuk band Romeo, Juliette, TBK dan Bonus ini menjelaskan.
selanjutnya baca majalah Gitarplus edisi 96
« Kembali ke arsip
profil
|