Home
»
profil
SAINT LOCO
Wednesday, April 25, 2012 14:20:42
Lama tak menelurkan album, serdadu hip rock Tanah Air, Saint Loco bangkit lewat rilisan teranyar bertajuk “Momentum” (Nagaswara). Sesuai judulnya, album yang dirilis awal Maret 2012 ini merupakan titik balik perjalanan karir musik mereka yang sempat 'mati suri' selama nyaris enam tahun.
Di sini, Joe Tirta (vokal), Beery “Bee” Manoch (vokal), Iwan Hoediarto (gitar), Gilbert Sannang (bass) dan Nyong Webzter (dram) bahkan mencoba sedikit berkompromi dengan kuping para penikmat musik. “Nggak segmented lagi,” tegas Iwan Hoediarto, saat ditemui GitarPlus di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dibanding dua album sebelumnya, konsep musik yang ditawarkan album ini memang lebih variatif, dimana Saint Loco mulai berani melakukan eksperimen di berbagai aspek. “Benang merahnya sih tetap hip rock,” tambah Iwan, “Tapi karena udah nggak ada DJ konsepnya lebih ke alternatif. Selain itu, kami juga tampil lebih berwarna. Dalam satu lagu yang kencang tiba-tiba bisa muncul musik reggae, atau tiba-tiba ada suara biola, dan ada choir anak kecil juga. Ini salah satu eksperimen baru di musik kami.”
Untuk itu, selama proses pembuatan album ketiga ini, para punggawa Saint Loco lebih sering mendengarkan musik-musik mainstream yang bobotnya lebih ringan ketimbang musik keras dan berat. “Kalo sekarang gue sih banyak dengerin yang umum aja, lebih ke alternatif-lah, kayak Foo Fighter…yang lebih enteng. Kalo waktu bikin album kedua kan gue lebih banyak...
selanjutnya baca majalah GitarPlus edisi 97
« Kembali ke arsip
profil
|